Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

JIKA ANDA TIDAK PANDAI MENDIDIK ANAK, JANGAN SALAHKAN GURU DAN SEKOLAH

pmiistitmu.blogspot.com - Menurut situs web Departemen Pendidikan, jumlah siswa di seluruh indonesia (termasuk prasekolah) adalah  45.379.879  sementara jumlah guru hanya  2.718.861 . Ini berarti bahwa rasio guru dan siswa adalah 1:25. Dengan kata lain, seorang guru harus bertanggung jawab atas 25 siswa. Sebagai orang tua, jawablah dengan jujur, apakah Anda dapat membesarkan dan mendidik anak-anak seperti itu? Hanya saja kita mengambil rasio secara umum dan 'flat'. Jika kita mengambil rasio selama proses belajar mengajar (PdP), 1 guru harus bertanggung jawab atas sekitar 40 siswa. Bisakah Anda mendidik anak seperti itu? Jika Anda menjawab tidak, maka jangan memandang profesi guru ini sebagai masalah sepele. Itu selalu benar bahwa kita mendengar profesi guru itu menyenangkan. Siang hari sudah bisa pulang. Bisa jalan-jalan. Sangat menyenangkan memiliki gaji bulanan. Tapi kalian lupa, mereka memiliki tanggung jawab besar dan pada saat yang sama, mereka juga oran...

PMII STIT MIFTAHUL ULUM GELAR ACARA TEMU KERRONG & LAUNCHING MAPABA XXII DIKEMAS DALAM RANGKA MAULID NABI MUHAMMAD.SAW

(Sambutan oleh KHOTIBUL UMAM Ketua Komisariat PMII STIT MIFTAHUL ULUM) pmiistitmu.blogspot.com- Dalam Rangka Menjaga Eksistensi Pergerakan, PMII STIT Miftahul ulum Modung Bangkalan Menggelar Acara Temu Kerong & Launching MAPABA XXII Sekaligus Tasyakuran PMII STIT Miftahul Ulum Atas terpilihnya Sahabat JAWAHIR S.Pd.I Menjadi Kepala Desa Labuhan Sreseh Sampang pada Rabu malam (27-11-2019).  Kegiatan yang di Rangkai dengan Memperingati Maulid nabi Muhammad SAW tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Modung Bangkalan, bertema " Revitalisasi Semangat Religius Melalui Siroh Nabawi ". Kegiatan ini dihadiri oleh para alumni PMII STIT Miftahul ulum, para ketua komisariat Demisioner, ketua PC PMII Bangkalan, Ketua KOPRI PC PMII BANGKALAN, Pengurus PP Miftahul Ulum Al-Islami, Resimen Mahasiswa 878 Jokotole STITMU (MENWA) dan para kader PMII se kabupaten Bangkalan serta di hadiri langsung oleh Kepala Desa Terpilih Sahabat JAWAHIR S.Pd.I Khotibul Umam selaku Ketua...

RELASI, Satu hal yang akan membuka jalan kesuksesan SAHABAT.

Sukses yang diraih seseorang sudah pasti melibatkan orang lain. Karena itu, membangun relasi atau persahabatan yang baik dengan banyak orang sama artinya kita sedang membangun kesuksesan kita sendiri. Tingkatkan kemampuan komonikasi sahabat dalam berinteraksi. Dan yang tak kalah penting, asahlah kecakapan emosional sahabat dalam berhubungan dengan orang lain. Dengan begitu, sahabat akan menjadi pribadi yang bisa diterima oleh semua orang dan memiliki relasi yang luas. Ada pepatah mengatakan, " kesuksesan anda juga di pengaruhi oleh siapa saja teman terdekat anda ". Artinya, kesuksesan kita sangat tergantung dengan hubungan kita dengan orang lain. Ini yang disebut dengan relasi. Semakin banyak relasi kita, semakin besar kesempatan untuk meraih kesuksesan. Dengan membangun relasi yang baik dengan orang lain, maka tingkat kepercayaan orang terhadap kita semakin tinggi, jadi kemungkinan kita untuk sukses semakin besar. Secara garis besar, untuk membangun relasi yang ...

MATINYA NALAR ILMIAH & KERITIS DI KAMPUSKU..!!!

Budaya berpikir ilmiah dan kritis sejatinya adalah budaya masyarakat kampus. Dengan karakter ilmuan, warga kampus mesti mengedepankan nalar shahih dalam memandang sebuah peristiwa. Dan daya pikir kritis tersebut merupakan bentuk nalar yang sehat. Dengan demikian segenap dosen dan mahasiswa sebagai inti masyarakat kampus harus mengedepankan pola pikir kritis. Tradisi ini harus terus digalakkan, ditingkatkan, dan dipertahankan agar kampus sebagai benteng peradaban tetap berdiri kokoh untuk melindungi masyarakat dari kesesatan berpikir sekaligus membawa pencerahan. Dewasa ini kelihatannya tradisi berpikir kritis mulai terkikis dan hilang dari dunia kampus. Sivitas akademika seakan tidak menghiraukan lagi jati diri mereka sebagai insan berpikir. Termasuk dosen sekarang lebih mudah terpengaruh dan cenderung tidak lagi memiliki prinsip mempertahankan idealisme. Daya pikir kritis memudar seiring dengan budaya pragmatis yang melanda. Perihal matinya tradisi berpikir kritis di duni...