Tingakatkan Kualitas Kader, PK.PMII STIT MIFTAHUL ULUM (STITMU), Menggelar kajian dan diskusi rutin per hari minggu. Di sekretariat PMII STITMU Jl. Gang Musholla Assyuhada' Pasar Kedudung Modung Bangkalan, Pada Minggu siang (16/12/18). Diskusi kali ini mengangkat pembahasan tentang Organisasi Papua Merdeka (OPM).
MODUNG BANGKALAN. pmiistitmu.blogspot.com. Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah sebuah Organisasi yang didirikan pada tahun 1965, untuk mengakhiri pemerintahan provinsi papua dan papua barat, dan untuk memisahkan diri dari Indonesia. Maka dari itu OPM merupakan organisasi Anti Pancasila dan sudah sangat jelas ingin mendirikan negara di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagaimana termaktub di UUD NO 2 Tahun 2017 pasal 59 ayat 3b tentang Ormas yang berbunyi "ormas dilarang melakukan kegiatan separatis yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)".
Bukan hanya itu, Kelompok separatis OPM telah memenuhi tiga unsur tindakan terorisme, sebagaimana UU Anti Terorisme, yaitu :
- Menyebabkan ketakutan di tengah masyarakat
Jelas OPM telah melakukan penyanderaan, bahkan penyiksaan yang biadap terhadap tersandera hingga menimbulkan korban jiwa. tentu tindakan itu merupakan tindakan yang menyebabkan ketakutan terhadap masyarakat. Seperti penyandaraan masarakat sipil di papua.
- Melakukan kekerasan fisik
OPM telah banyak melakukan tindakan menyerang pihak keamanan baik unsur TNI maupun Polri, juga pejabat sipil dan masyarakat umum dengan kekuatan senjata. Dan tindakan ini juga telah menimbulkan korban jiwa yang tidak terhitung jumlahnya sejak berdirinya OPM hingga sekarang. Seperti penembakan 31 pekerja Trans Papua.
- Mempunyai tujuan politik tertentu
Jelas sekali dalam AD/ART-nya OPM menyatakan dengan tegas ingin memisakan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan demikian jelaslah telah memenuhi unsur tindakan terorisme. (13.35)
Abdhullah sulaiman selaku ketua 1 kaderisasi mengimbuhkan, OPM ini adalah sebuah organisasi teroris karena tindakan mereka membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa.
Sulaiman menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa penembakan karyawan PT Istaka Karya di Papua yang dilakukan OPM.
"PMII STITMU mengutuk keras kelompok pembantai bersenjata di Papua yang telah melakukan tindakan keji terhadap warga tidak berdosa," ujarnya.(14.42)
(Um).
Abdhullah sulaiman selaku ketua 1 kaderisasi mengimbuhkan, OPM ini adalah sebuah organisasi teroris karena tindakan mereka membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa.
Sulaiman menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa penembakan karyawan PT Istaka Karya di Papua yang dilakukan OPM.
Nur Hidayah selaku Ketua Komisariat PMII STITMU mengharapakan, pemerintah dapat mengambil tindakan tegas dan keras terhadap pelaku dan memulihkan kondisi keamanan di Papua.
"PMII STITMU mengutuk keras kelompok pembantai bersenjata di Papua yang telah melakukan tindakan keji terhadap warga tidak berdosa," ujarnya.(14.42)
(Um).


Komentar
Posting Komentar